8 Nov 2008

KUMPULAN SCRIPT DAN TEMPELATE WEBSITE

Download template dan script

Template-

- SCRIPT -

  • Script Penyedot e-Gold : Silahkan DOWLOAD Disini
  • Script HYIP : download disini
  • Script MLM : download disini

  • Script Auto Paid Daily : download disini

  • Script Traffic Exchange : download disini

  • Script Randomizer : download disini

  • Script PHP PAid mail : download disini

  • Script Egold Games : download disini

  • Script Iklan Baris - Termasuk iklan berfoto 1 Download
  • Script Iklan Baris 2 Download
  • Script Polling Download
  • Script Chatting Download
  • Script Guest Book Download
  • Script Counter Download
  • Script Mailing list Download
  • Script Forum Download
  • Script Membuat Form Email Download
  • VCP Script - Simple Affiliate System Download
  • DOWNLOAD E-BOOK DAN SOFTWARE GRATIS


    eBOOK Berbahasa Indonesia :

    eBOOK Berbahasa Inggris :

  • How to outsell outher reseller and become a super affiliate
  • How to win the war of internet marketing
  • Internet Cash Machines
  • 99 websites your should have bookmarked
  • How to Kreator Killer mini sites
  • Chash Flow ebusines
  • Milioner Marketing
  • Affiliate Defender
  • FILLOUT MANAGER
  • EXPRESS MAIL SERVER
  • EMS KEY GENERATOR
  • WEBFORCE
  • DOUBLE YOUR BUSINESS
  • SEARCH ENGINE TACTICS
  • TARGETED DIRECT EMAIL GUIDE
  • OFFSHORE REPORT
  • 7000 CLASSIFIEDS
  • Business Reports
  • Consumer Reports
  • Mail Order Reports
  • Computer Reports
  • Health Related
  • Reference Reports
  • Well Known Books
  • Historical Stuff
  • Legal Forms
  • Using TV
  • eZine Assistant
  • Search Engine Creator
  • Priority Mailer
  • Internet Marketing Toolbar Pro
  • Cheap But Good
  • eBook Gold v3
  • Web Site and E-zine Promotion Made Easy
  • eBiz Tips & Tricks
  • Take The Internet By Strom
  • AUCTION TIPS
  • 101 Auction Secrets Revealed
  • Don Lapre - Info Reports
  • Auction Prophet
  • Millennium Info Reports
  • The Cash Flow Deluxe: Info-Software Programs
  • Wholesalers 2000 - Extreme Mega Edition
  • Using NLP On eBay
  • Website4Sale Secrets
  • Cyber Tactics 101
  • Phone Bill Savings
  • Amazing Marketing Tactics
  • TRAFFIC VIRUS
  • CREATING PROFITABLE CLASSIFIED ADS
  • ADWIZARD
  • CASH FLOW REPORTER HOW TO SERIES
  • MAIL ORDER SERIES OF REPORTS
  • INTERNET DETECTIVE 5.0
  • . Reprint Right Magic
  • . How Creator killer mini sites..
  • . Ebook 99…Bookmarket..
  • . Website 99 …Bookmarket..
  • . Instan web site tools
  • . The pure profit software…
  • . The embarrassingly …(ebook)
  • . The embarrassingly ..(web..)
  • . Pop ups Generator
  • . The perpetual Traffic generator
  • CARA DOWNLOAD DARI YOUTUBE

    Cara Download YouTube Tanpa Software

    Sebagian besar pengunjung hanya menonton secara online. Ini jelas sangat tidak efektif, karena setiap kali ingin memutar ulang harus melakukan koneksi ke YouTube dan ini sangat mahal untuk sebagian besar masyarakat Indonesia dengan mahalnya koneksi Internet.

    Banyak jalan menuju Roma, banyak cara mendownload YouTube. Sudah cukup banyak software2 pendownload YouTube bermunculan. Tapi YouTube selalu melakukan inovasi baru agar videonya tidak lagi bisa didownload dengan software itu.

    Cara termudah dan teraman adalah Download Lewat Browser. Tidak perlu Browser khusus. Firefox dan Opera mampu melakukannya. Disini saya akan berbagi sedikit tips cara mendownload YouTube langsung dari Browser anda tanpa perlu menambahkan Plugin atau software lainnya.

    Tutorial ini saya khususkan untuk Firefox dan Opera. Untuk Internet Explorer (ie), maaf karena selain memiliki banyak celah keamanan yang tak kunjung diperbaiki, ie juga membuat standar desgin website sendiri, jadi para webdsigner seringkali mengalami kesulitan dalam mendisign web gara-gara ie, bisa jadi di firefox dan opera sudah bagus, tapi begitu dibuka di ie hasilnya berantakan. Karena itu beberapa waktu lalu ie sempat di gugat oleh Opera.

    Ok, back to topic.

    1. Buka video YouTube seperti biasa.
    2. Play atau putar video tersebut hingga habis

    PANDUAN DOWNLOAD LAGU INDONESIA

    Panduan Download MP3 Lagu Indonesia @ Google

    1. Buka Google
    2. Masukkan query berikut ke dalam kotak pencarian.

      ?intitle:index.of? mp3 [artist] [title]

      Ubah [artist] dengan nama artis/band/penyanyi yg Anda cari

      Ubah [title] dengan judul lagu yg Anda cari.

      Contoh:
      ?intitle:index.of? mp3 coldplay
      ?intitle:index.of? mp3 “simple plan”
      ?intitle:index.of? mp3 “simple plan” untitled
      ?intitle:index.of? mp3 “welcome to my life”

    3. Contoh hasil pencarian:

      Search Result

      Tekan salah satu dari hasil pencarian di atas, dan hasilnya adalah sbb:

      MP3 List

      Jika sesuai dengan yg Anda inginkan, tekan Klik Kanan dan pilih Save As untuk menyimpan MP3 lagu tersebut.
    4. Selamat mencoba!
    Sumber: How To Download MP3 from WWW Using Google

    Panduan Download MP3 Lagu Indonesia @ Multiply

    1. Daftarkan diri Anda terlebih dahulu ke Multiply.com jika belum mempunyai account di sana.
    2. Buka Google
    3. Masukkan query berikut ke dalam kotak pencarian.

      ?inurl:multiply.com/music? [artist] [title]

      Ubah [artist] dengan nama artis/band/penyanyi yg Anda cari

      Ubah [title] dengan judul lagu yg Anda cari.

      Contoh:
      ?inurl:multiply.com/music? dewa
      ?inurl:multiply.com/music? dewa dewi
      ?inurl:multiply.com/music? "ada band" "haruskah ku mati"

    4. Contoh hasil pencarian:

      Search Result

      Tekan salah satu dari hasil pencarian di atas, dan hasilnya adalah sbb:

      MP3 List

      Jika sesuai dengan yg Anda inginkan, tekan Klik Kanan dan pilih Save As untuk menyimpan MP3 lagu tersebut.
    5. Selamat mencoba!

    SEPUTAR BOLA LIGA ITALIA

    elang Arsenal vs MU: Bantu Bandar Judi Lagi, Gunners?
    Sabtu, 08 November 2008
    AFP/Adrian DennisBerita Bola: Jakarta - Para bandar judi di Eropa sudah seharusnya berterimakasih kepada Arsenal karena tak mampu memetik hasil maksimal saat diunggulkan. Akankah The Gunners membantu lagi saat bertemu Manchester United?

    'Bantuan' Arsenal untuk para bandar itu adalah saat mereka dikalahkan Fulham, Hull City dan Stoke City serta ketika ditahan oleh Sunderland, Tottenham Hotspur dan Fenerbahce.

    Preview Liga Italia: Bisa Seperti Saat Melawan Roma, Inter
    Sabtu, 08 November 2008
    Inter.itBerita Bola: Milan - Saat performanya sedang kurang mengesankan, Inter Milan malah harus berhadapan dengan Udinese yang tengah naik daun. Tapi kiper Nerazzuri Julio Cesar tetap pede, karena terinspirasi keberhasilan memecundangi AS Roma.

    Inter tengah menjalani periode kurang meyakinkan. Setelah di Seri A dua kali bermain 0-0 lawan Genoa dan Fiorentina, La Benemata hanya menang tipis 3-2 dari Reggina, dan bahkan ditahan imbang Anorthosis Famagusta 3-3 di Liga Champions.


    Jelang Arsenal vs MU: Cedera Pemain Arsenal Bikin Fergie Pede
    Sabtu, 08 November 2008
    Fergusson (AFP)Berita Bola: Manchester - Menghadapi bigmatch lawan Arsenal, Sir Alex Ferguson sangat yakin timnya dapat meraih sukses. Pasalnya, sejumlah pemain pilar "The Gunners" tanpa sejumlah pemain pilar.

    Arsenal belum dalam kekuatan penuh saat menghadapi MU akhir pekan ini. Sejumlah pemain kunci mereka macam Emanuel Adebayor, Emmanuel Eboue, dan Mikael Silvestre dipastikan absen.

    Jelang Arsenal vs MU: Maradona Datang, Semangat MU Mengembang
    Sabtu, 08 November 2008
    ReutersBerita Bola: Manchester - Para pemain Manchester United mendapat semangat tambahan menjelang laga lawan Arsenal. Adalah Diego Maradona yang menyuntikkan semangat tersebut.

    Dengan menyandang status barunya sebagai pelatih Argentina, Maradona tengah menyambangi klub-klub Inggris untuk bertemu para pemain kunci di tim "Tango".

    Arshavin: Biarkan Aku Pergi, Zenit
    Sabtu, 08 November 2008
    ReutersBerita Bola: St Petersburg - Di musim panas lalu Andrei Arshavin gagal pindah klub. Bursa transfer kedua di depan mata, bintang Zenit St. Petersburg itu pun minta timnya rela melepas dirinya pindah ke klub lain, dengan harga wajar yang tak kelewat besar.

    Usai tampil cemerlang membela Rusia di Piala Eropa 2008, Arshavin diburu banyak klub, dengan Tottenham Hotspur jadi salah satunya. Namun, bak belum rela, Zenit memasang harga tinggi sehingga klub peminat mundur dan Arshavin pun urung pindah.

    Cepat Mahir Adobe Photoshop 8.0Category:

    Grafik, Disain dan Publishing



    Artikel ini adalah modifikasi dari artikel berseri yang berjudul Cepat Mahir Adobe Photoshop 7.0. Karena sekian lama tidak sempat melanjutkan artikel tersebut, hingga muncul Adobe Photoshop 8.0, maka penulis melakukan modifikasi artikel terdahulu untuk Adobe Photoshop 8.0, dan akan merilis seriseri berikutnya (Bab-Bab selanjutnya) yang tertunda sekian lama.
    Di dalam artikel ini, akan dibahas mengenai penggunaan software manipulasi image yang sudah cukup dikenal, yaitu Adobe Photoshop 8.0. Artikel ini ditujukan kepada para pembaca baik yang belum pernah maupun yang sudah biasa menggunakan Adobe Photoshop. Namun penulis mengasumsikan bahwa para pembaca telah cukup terbiasa mengoperasikan komputer berbasis Windows.

    Materi yang dibahas sebagian besar diambil dari online help Adobe Photoshop, dikelompokkan menjadi 8 Bab sebagai berikut:

    1. Area Kerja Photoshop (Toolbox): Dibahas mengenai user interface Adobe Photoshop secara umum dan fungsi-fungsi tools pada toolbox Photoshop.
    2. Area Kerja Photoshop (Lanjutan): Dibahas lebih lanjut mengenai area kerja Photoshop, viewing image, penggunaan history palette, rulers, guides, measure tool.
    3. Manipulasi Warna: Dibahas mengenai pengaturan warna image (brightness/contrast, level, saturation, dsb), penggunaan eyedropper, color sampler tool, dan tools terkait lainnya.
    4. Selection: Dibahas mengenai cara melakukan selection image, penggunaan marquee, lasoo tool, dan tools terkait lainnya.
    DOWNLOAD ARTIKEL LENGKAP (PDF):
    1. chendra-photoshop8-1.zip
    2. chendra-photoshop8_bab2.zip
    3. chendra-photoshop8_bab3.zip
    4. chendra-photoshop8_bab4.zip
    DOWNLOAD SOFTWARE PENDUKUNG:
    1. Acrobat PDF Reader
    ARTIKEL YANG BERHUBUNGAN:
    1. Tutorial Adobe Photoshop 7
    2. Tutorial Adobe Premiere Pro
    3. Tutorial Adobe Premier Pro
    4. Menguasai Adobe Photoshop 7.0
    5. Multimedia Instructional Design - 1. Photoshop Basic
    6. Membuat Web Photo Gallery Dengan Adobe Photoshop CS3
    7. Membuat Animasi dengan Adobe ImageReady
    8. Jalan Pintas Membuka Program Aplikasi
    9. Tips & Trik Adobe InDesign CS3
    10. Cepat Mahir Python

    CERPEN REMAJA

    Surat


    Cerpen Dianing Widya Yudhistira

    LANGIT senja Jakarta, tak pernah seindah langit Toboali. Tanah kelahiran yang selalu terkenang, sejauh aku melangkah keluar rumah. Biasanya setiap senja tiba aku senang berlama-lama di beranda rumah. Menyaksikan kemilau langit senja, juga burung-burung yang hendak pulang ke sarang.

    Setiap senja langit Toboali tak pernah sepi. Tidak seperti langit senja Jakarta. Beribu senja aku lewati tanpa kesan, apalagi kenangan. Untuk menikmatinya sejenak pun tak pernah terpikirkan. Jakarta terlampau sibuk dengan urusan duniawi. Dan aku terseret hanyut di dalamnya.
    ***
    Surat ayah tergeletak lesu di meja. Surat yang datang kesekian kali, setelah surat-surat yang lalu mendesakku untuk pulang. Aku masih malas membukanya karena aku menduga nada surat itu sama. Mendesakku pulang.

    Aku takut menyentuh surat ayah. Aku tak punya nyali untuk membuka apalagi membacanya. Hingga malam larut, aku masih takut membukanya. Bukan pulang ke Toboali yang aku takutkan, sesungguhnya. Rindu datang memintalku berbilang-bilang. Akan sanak kadang di sana, terlebih pada kebeningan wajah ibu.

    "Ibu."
    Setiap kali memanggilnya, rindu pulang kampung kian mengental. Tetapi aku tetap saja tak berani membuka surat itu. Aku takut itu justru menambah rasa kangen dan bersalahku pada ibu, juga Toboali.
    ***
    Aku pandangi surat itu. Bukalah dan bacalah bila kamu masih menganggap mereka bagian dari hidupmu. Hatiku bergolak. Bacalah agar dapat kau hirup udara, juga tanah basah Toboali karena guyuran hujan semalam. Bacalah agar dapat kau nikmati aroma lada sepanjang jalan menuju kampungmu.

    Bacalah surat itu agar dapat kau nikmati kembali masa kecilmu. Bukankah Jakarta tak mampu memberimu kebahagiaan yang lebih, juga kehidupan sempurna. Jakarta memang memberimu materi berlimpah, tapi yang lebih banyak justru kesepian yang sangat. Ingat, kau hanya perantau di sini.
    ***
    Darahku berdesir. Aku tak akan pernah bisa mengingkari tanah kelahiranku. Karena di sanalah tangis pertamaku terdengar. Tanah, air, udara, angin, langit desa yang jadi saksi kelahiranku. Aku tak akan pernah bisa mengingkarinya. Tak pernah bisa.
    ***
    Pelan, aku sentuh surat yang tergeletak lesu di meja. Darahku berdesir ketika jemariku menyentuh ujung amplop. Bukalah. Aku himpun seribu kekuatan untuk bisa membaca surat itu. Aku berusaha berdamai dengan hatiku. Tetapi tiba-tiba aku menjadi menggigil.

    Perasaan kangen dan kecintaan tumbuh merayap dalam benak. Aku merasakan cinta yang berbuncah-buncah. Tanah kelahiran yang terletak ribuan mil dari Jakarta seperti terang-benderang dalam pandangan. Kemilaunya melebihi kemilau bintang di langit. Aku akan membuka surat itu dengan suka cita, dengan sepenuh jiwa dan raga.

    Ah, mengapa perasaan galau datang seperti hendak membunuhku? Aku senantiasa takut. Takut untuk membuka dan membacanya. Dan ini entah hari keberapa aku kembali termangu-mangu di depan surat yang tergeletak lesu. Nyaliku ciut, bahkan rontok habis di depannya. Aku tak pernah bisa membuka terlebih membacanya.

    Hingga berhari-hari, bahkan sampai melewatkan minggu. Surat itu masih tetap tergeletak di atas meja. Sunyi dan berdebu. Aku makin tidak berani membukanya. Apalagi ketika mengingat berbagai persoalan hidup yang menjerat keluargaku. Melihat orang tuaku banting tulang untuk sekadar bisa makan.

    Agar aku tidak seperti mereka, terperosok dalam kemiskinan, aku baru akan pulang setelah bisa membawa sesuatu buat mereka. Sekarang, belum!
    ***
    Ah, kemiskinan. Siapa yang pernah mengundang kemiskinan dalam hidup. Tak seorang pun mengundangnya dengan ramah untuk singgah dan akrab dalam keseharian. Kemiskinan datang seperti kanker yang menggerogoti tubuh dan hidup. Kemiskinan seringkali membuat aku putus asa, bahkan enggan untuk membuka jendela kamar, meski hanya untuk menyambut matahari pagi.

    Aku selalu malas membayangkan esok hari. Karena bagiku esok dan lusa hanya siluet buram yang datang berulang-ulang, tanpa aku tahu kapan siluet buram itu berganti warna. Warna biru misalnya, yang menawarkan kesejukan hati. Atau warna hijau yang menawarkan keselarasan alam. Atau siluet buram itu berubah warna merah jambu. Ah, kapan waktu dan kenyataan memberiku kesempatan untuk merasakan damai, tanpa berpikir besok apakah ada sesuap nasi yang bisa dimakan.

    Aku seperti berada di tengah perang yang berkecamuk. Sengit. Ada hasrat ingin membunuh, ada ketakutan teramat dalam kalau-kalau dalam perang itu aku terbunuh. Aku selalu lunglai, takut dan enggan menghadapi hari esok.

    Esok aku harus bergulat dengan pekerjaan yang tak pernah aku inginkan. Menjadi buruh tani pada seorang juragan yang tak lain adalah kakak ayahku sendiri. Aku menghela nafas panjang. Menghembuskannya dengan sangat kasar. Dalam hembusan nafasku itu angin pasti bisa membaca, betapa waktu dan keadaan tak pernah adil terhadapku.

    Aku pernah membenci waktu, juga keadaan, hingga aku pun pernah tergelincir membenci Tuhan. Karena aku merasa betapa Tuhan telah membedakan hidupku dengan anak-anak lain. Bila anak-anak lain tak perlu susah payah mencari makan, aku harus membantu ibuku menjadi buruh tani agar hidup terus berlanjut.

    Bila anak-anak lain lahir dari keluarga orang berkecukupan aku lahir dari rahim perempuan miskin. Ibu hanya bisa mengandalkan tenaga ayah untuk menjadi buruh tani. Sesungguhnya ayah memiliki sepetak tanah yang bisa ditanami lada. Tanah itu ayah miliki dari butiran-butiran keringat kakek. Kakek membagi-bagi tanah yang dimilikinya kepada kedua anaknya. Ayah dan kakak ayah.

    Di sinilah aku merasa bahwa waktu tak berpihak padaku. Kakek tidak memberikan langsung tanah itu kepada ayah, agar ayah bisa menanami lada dan menunggunya dengan harapan. Kakek menitipkan tanah itu kepada kakak ayah. Hingga bertahun-tahun tanah milik ayah ditanami lada oleh kakak ayah. Kami hanya mendapat seperempat dari hasil panen lada. Sungguh aku tidak bisa menerima cara hitung kakak ayah itu.

    Bertahun-tahun ayah diperlakukan kakak ayah dengan tidak adil. Hingga aku beranjak remaja, sepetak tanah itu masih dikuasai kakak ayah. Pernah ayah menanyakan pada kakaknya perihal kapan tanah milik ayah itu bisa ayah miliki sepenuhnya. Ayah juga ingin bertani lada. Ayah ingin menyekolahkan aku dari butiran-butiran keringatnya. Tetapi jawaban kakak ayah hanya membuat ayah geram. Kakak ayah selalu berkelit bila ayah ingin meminta haknya sendiri.

    Lebih menyakitkan adalah pembelaan kakek terhadap kakak ayah. Kakek berpendapat, biarpun tanah itu memang diberikan kepada ayah, lebih baik dipakai kakak ayah dengan alasan anak kakak ayah enam orang. Kakak ayah jelas lebih banyak membutuhkan uang untuk sekolah dan kebutuhan sehari-hari.
    ***
    Apakah waktu telah memberiku kesempatan sedikit saja untuk menikmati masa remaja? Hingga aku hendak memasuki sekolah menengah atas, sepetak tanah itu belum juga berada di tangan ayah. Seperempat penjualan lada dari tanah ayah dari waktu ke waktu menyusut, hingga akhirnya kakak ayah serupiah pun tak memberikan hasil panen lada pada ayah. Setiap kali ayah meminta haknya, selalu dijawab kebutuhan kakak ayah jauh lebih besar.

    Berkali-kali ayah meminta hak kepemilikan tanah, kakak ayah selalu mengalihkan perhatian dan selalu melibatkan kakek. Lebih menyakitkan lagi kakek selalu membenarkan alasan kakak ayah. Aku jadi ragu apakah kakek bersungguh-sungguh akan memberikan sepetak tanah itu pada ayah.

    Kakek selalu mengatakan, ia tidak pilih kasih. Kedua anaknya akan memiliki tanah dengan luas yang sama. Kenyataan bertahun-tahun, aku mengatakan bertahun-tahun, karena sejak aku duduk di kelas satu sekolah dasar hingga benar-benar sekolah di menengah atas, tanah itu belum juga bisa kami nikmati.
    ***
    Ayah dan ibu menjadi buruh tani. Kenyataan yang tak aku senangi. Seringkali aku merasa bersalah dan tak sampai hati, juga kesal. Aku merasa bersalah karena aku seperti memeras keringat ayah dan ibu. Karena aku, mereka harus menjadi buruh tani.

    Hatiku teriris-iris setiap kali melihat ayah dan ibu berpeluh di lahan lada milik orang lain. Semestinya orang tuaku mengerjakan lahan milik sendiri. Bukan menjadi buruh. Aku ingin berhenti sekolah setiap kali melihat ayah dan ibu bekerja menjadi buruh. Buruh tani di lahan orang lain.

    Aku pernah menyampaikan keinginanku untuk berhenti sekolah. Ayah marah besar. Kalimat-kalimat ayah membuat darahku berdesir. Ayah tidak akan mewariskan kemiskinan itu kepadaku. Ayah dan ibu akan terus memeras keringat hingga aku bisa sekolah setinggi mungkin.

    Tahukah ayah, betapa aku ingin menggapai cita-cita setinggi langit. Tetapi setiap kali aku berhadapan dengan angka-angka yang harus ayah dan ibu bayar, terbayang peluh ayah dan ibu. Aku tak sanggup menjalani pendidikan dengan keadaan ayah dan ibu menjadi buruh. Lain keadaannya bila ayah dan ibu mengerjakan lahan lada milik sendiri.
    ***
    Petir itu menggelegar di siang bolong. Menamparku tepat di ulu hati. Ayah bertekad meminta hak sepetak tanah yang kakek berikan ketika aku selesai sekolah menengah atas. Harapan ayah dengan memiliki sepetak tanah yang bisa ditanami lada, ayah dan ibu bisa membiayai kuliahku.

    Hanya sebatas mimpi. Kakak ayah menolak memberikan sepetak tanah milik ayah. Lebih menyakitkan lagi kakak ayah bersikeras bahwa tanah itu sudah menjadi miliknya. Alasan kakak ayah, ialah yang selama ini merawat tanah itu.

    Kakak ayah benar-benar tidak memberikan hak ayah sebagai pemilik tanah. Kakek hanya diam tak berbuat apa pun. Ayah kecewa. Ibu kecewa, aku lebih-lebih sangat kecewa. Aku pun semakin enggan pulang ke kampung. Aku tidak ingin bertemu dengan kakek serta kakak ayah dan keluarganya.

    Aku terpaksa mengubur seluruh kangen dan kerinduan yang amat sangat. Apa boleh buat. Bukankah lebih baik menghindari daripada mengungkapkan rasa benci? Aku tidak yakin bakal tega melihat ayah diperlakukan tidak adil oleh kakaknya, juga oleh kakek. Aku tidak akan sanggup kesemena-menaan itu berlangsung.

    Selain itu, seperti pernah kujanjikan pada diriku sendiri: aku tak akan pernah pulang sebelum bisa membawa kebahagiaan pada mereka.
    ***
    Tubuhku nyeri. Mataku menjadi berkunang-kungan membaca tulisan surat itu. Ibu sakit keras, tulis ayah. Sakit apa? Tak ada penjelasan lebih. Surat itu begitu pendek. Ayah juga tidak menyuruhku pulang. Tetapi tiga kata itu jelas membuatku terperangkap. Aku cinta ibu. Ibu melebihi tanah, air, langit dan udara.
    Ibu adalah tanah airku. ***
    Depok, Januari 2004

    posted by imponk | 12:44:00 PM
    Sunday, May 30, 2004
    Seorang Hujan

    Cerpen: Afrizal Malna

    AKU ingin hidup dalam tubuh seseorang, dalam kenyataan orang lain. Aku tahu itu tidak mungkin. Aku tahu itu sebuah dusta yang berusaha aku buat untuk diriku sendiri. Dusta murahan yang membuat manusia menjadi bahan olok-olok di dapur rumahnya sendiri. Suara panci, piring, gelas dan sendok yang menjadi gaduh.


    Tapi aku terus memikirkannya. Berhari-hari. Aku merasa keinginan itu seharusnya bisa aku lakukan. Mustahil aku tak bisa melakukannya. Aku membayangkan perpindahan seperti itu sesuatu yang seharusnya bisa dimiliki siapapun. Aku membayangkan tubuh itu tidak beda jauh saat aku menyalakan lampu listrik. Cahaya tiba-tiba hidup di dalam tabung kaca. Ketika listrik aku matikan, cahaya itu juga ikut mati. Ia tidak berjalan keluar dari tabung kaca itu. Tapi mati. Padam. Darah bisa keluar dari tubuhku, keringat juga bisa menetes. Aku memikirkannya hingga musim hujan datang. Dan semua tentang pikiran itu berubah, saat hujan pertama betul-betul datang, turun di halaman rumah.

    Aku menatapnya dari balik jendela kaca. Tiba-tiba hujan itu membuka pintu rumahku. Ia tidak masuk. Ia hanya berdiri di depan pintu. Tubuhnya seperti gumpalan awan berwarna hitam legam. Ada suara halus yang terdengar dari dalam gumpalan awan hitam itu, seperti suara pesawat yang berbunyi konstan. Sejak itu aku mulai bersahabat dengannya. Aku memanggilnya hujan di pagi hari.

    ***

    PAGI itu aku sedang berjalan bergandengan bersama hujan. Udara dingin. Angin membuat tirai dari air hujan, tipis, seperti ciuman di leher menjelang bangun tidur di pagi hari.

    "Sudah lama aku menunggumu di lembah itu," kataku. Hujan tak menjawab. Ia menggenggam tanganku seperti merasakan detak waktu yang bergerak. "Manusia tidak menarik karena ia bisa menghitung waktu," katanya. Aku memandangnya. Wajahnya bersih. Rambutnya tersisir rapi. Rapi, seperti rajutan yang terbuat dari air.

    "Aku tahu waktu tidak pernah bisa menyentuh dirimu," kataku. "Kamu tidak pernah tua. Kamu selalu baru. Kamu tidak mengenal tubuh yang tumbuh menjadi dewasa, lalu tua, sakit dan mati. Kamu tidak pernah merasakan sakit, terluka, dan kesepian." Hujan lalu membelah dirinya dengan belahan-belahan yang berulang. Cahaya biru yang tipis memancar pada setiap terjadinya pertemuan antarbelahan itu.

    "Ini hari yang istimewa untukmu juga untukku sendiri," katanya. "Aku datang 5 mil untuk menemuimu pagi ini, berlari menuruni lembah, menerjang hutan bambu dan mematahkan sebuah jembatan di sebuah sungai yang airnya deras dan berbatu-batu."

    "Di musim bunga tahun lalu, ketika kupu-kupu hampir setiap pagi membuat tarian di lembah itu, dan cahaya matahari seperti sedang menciptakan tubuhku dari daun-daun kacang di lembah itu, aku sangat berharap kamu datang di lembah itu. Tapi kemudian aku sadar, kamu tidak mungkin menemuiku. Aku juga tidak mungkin menemuimu. Sudah kodratnya begitu. Kita saling berpapasan, tapi tidak pernah saling mengenali."

    "Kenapa kamu terkunci dalam bahasa seperti itu, seakan-akan kamu percaya ada yang tidak bisa saling menyentuh, ada yang tak bisa saling mengenal di dunia ini?" tanyanya. "Kita tidak pernah bisa saling bertemu karena kamu punya kepercayaan seperti itu. Kepercayaan yang sia-sia."

    Ketika kami menuruni batu-batu berkapur, hujan merembes ke dalam batu-batu berkapur itu, lalu mengucur kembali lewat batu-batu kerikil. Aku takjub melihat hujan yang bisa merembes. Aku takjub melihat hujan yang membuar arsitektur dari air. Dia yang telah membuat ruang menari. Dia yang telah memberi bentuk mati menjadi bentuk yang bergerak. Dia yang menghidupkan dan mengajak bermain kembali dengan memori-memori lama. Dia yang merajut kembali semua peristiwa dan lalu membiarkan kembali semua rajutan itu merembes ke dalam tanah sebagai air, melewati akar-akar rumput dan senyap. Dia yang memiliki keindahan yang tak tergantikan dan tak siapapun bisa memilikinya.

    Aku tahu ia memang tak tersentuh. Aku tidak bisa menetes dan merembes. Aku terpisahkan oleh bahasa dan tubuhku sendiri yang telah menutup duniaku.

    Hujan menatapku.

    Matanya seperti ratusan jarum yang saling merajut.

    "Aku ingin memberi warna pada dirimu," kataku.

    "Sebentar lagi akan ada pelangi yang turun di lembah ini, membuat lingkaran tipis, seperti garis-garis tangan pada telapak bayi. Semua kupu-kupu menganggap pelangi itu adalah ibu mereka."

    Aku memeluk bahu hujan. Air menetes di telapak tanganku. Terus menetes. Suara hujan yang jatuh di atas sebuah batu, menciptakan suara ketukan yang padat dan konstan. Hujan yang deras turun di kepalaku membuat mataku seperti dipenuhi oleh tangisan yang datang dari luar diriku. Mataku seperti berada di dunia yang lain, dunia dari tangisan yang datang dari luar. Aku tahu mataku tidak menangis. Tidak ada air mata. Aku yakin memang tidak ada air mata. Mataku meyakinkan diriku berkali-kali, ini bukan hujan, ini tangisan yang datang dari luar. Mataku seperti telah meninggalkan tubuhku di lembah itu, karena keyakinannya bahwa ini bukan hujan, melainkan tangisan dari luar. Tubuhku tidak bodoh, dan tidak perlu membuktikan lagi bahwa ini hujan.

    Hujan lalu menepuk bahuku. Air mengucur deras di kepalaku yang botak. "Hei, tolong, jangan main-main seperti ini. Jangan mempermainkan kepalaku yang botak dengan hujanmu. Jangan memain-mainkan jantung dan ginjalku. Kamu tidak bisa merembes ke dalam pikiranku walau kepalaku botak. Aduh jangan kurang ajar, dong. Nanti aku lempar kamu dengan kepalaku."

    Aku mengeluarkan payung dari tas punggungku. Aku juga mengeluarkan jas hujan dan memakainya. Suara hujan membuat bunyi ketukan lain di atas atap payungku. Bunyi ketukannya membuatku yakin tidak akan ada bahaya yang datang dari atas.

    ***

    HUJAN turun semakin deras. Kini aku duduk di atas sebuah batu lengkap dengan payung dan jas hujanku. Daun-daun kacang di lembah itu terus bergetar tertimpa air hujan. Getarannya membuat jejak-jejak yang aneh lewat gelombang-gelombang yang bergerak halus ke arah jempol kakiku. Aku merasa seperti bisa keluar dari tubuhku sendiri.

    Tubuhku tiba-tiba menjadi sibuk, berbenah membereskan banyak hal. Aku mulai tak percaya aku sedang duduk, mengenakan jas hujan dan memegang payung. Aku mulai tak yakin dengan mata dan telingaku. Tapi tubuhku ternyata tidak bisa keluar. Ada yang macet di dalam, mampet. Tubuhku tidak memiliki pintu untuk keluar. Aku berusaha menjebolnya. Hujan turun semakin deras, merembes lewat pori-pori tubuhku. Tubuhku mulai banjir. Aku merasakan seperti ada tanggul yang akan jebol dalam tubuhku karena banjir yang besar itu. Tubuhku tiba-tiba meledak, seperti rajutan karet yang meledak.

    ***

    AKU membersihkan serpihan-serpihan daging di bantal tidurku. Sebagian serpihan itu menempel di kelambu. Sinar matahari menerobos lewat kaca jendela kamar tidurku. Hujan sudah menungguku di teras depan. Kami berjanji untuk pergi berjalan ke sebuah candi hari ini.

    Lalu aku keluar dengan payung.

    "Kenapa kamu memakai payung?'' tanyanya

    "Kenapa aku tidak boleh memakai payung?'' aku balik bertanya.

    "Karena aku merasa kamu seperti membawa peti mati di atas kepalamu," katanya.

    "Peti mati apa?'' tanyaku.

    "Peti mati untukku," jawabnya.

    "Peti mati untuk hujan?" tanyaku.

    "Hujan di dalam peti mati," tegasnya.

    "Ini hanya payung," jawabku. "Kamu tidak mungkin bisa terkubur di dalam payung."

    "Ah, duniamu tetap terkunci dalam bahasa," kilahnya.

    "Tidak. Bahasa hanya kata-kata, lalu kalimat, lalu titik, atau koma."

    "Tidak. Kalian telah mengunci dunia kalian di dalam bahasa."

    "Siapa yang kamu maksud dengan kalian?"

    Hujan lalu merebut payungku, seperti mematahkan kaki kursi yang tumbuh di kepalaku.

    Lalu hujan bergelayut di telapak tanganku. Lalu menetes dan membuat kalung di leherku. Lalu bergelayut di daun-daun bambu dan membuat percikan di lantai terasku. Lalu kami tertidur dalam pelukan yang penuh oleh warna hijau. Lalu daun-daun kacang di lembah itu, yang membuat malam dari suara-suara serangga, saling bercerita tentang sekuntum bunga yang belum pernah tumbuh sebelumnya di lembah itu. (*)

    MEMBAHAGIAKAN PASANGAN

    Membahagiakan Pasangan

    Masalah :

    Dokter Ryan, saya memiliki masalah. Begini, saya merasa penis saya kecil, dan sepertinyasedikit bengkok. Saya takut tak bisa membahagiakan pasangan saya kelak. Usia saya saat ini 23 tahun. Apakah ini normal? Terimakasih atas jawaban dokter.

    Romeo – Tangerang



    Jawaban :

    Penis merupakan organ seksual yang paling sensitif dari seorang laki-laki. Memang tidak dapat dipungkiri, ada kecenderungan seorang pria secara tidak langsung akan membandingkan ukuran alat kelaminnya dengan alat kelamin pria lain yang akhirnya merasa minder akan ukuran yang dimilikinya. Inilah yang kemudian berakibat jauh. Banyak pria dari berbagai golongan usia dan bangsa merasa tidak puas dengan penisnya. Ketidakpuasan ini menyangkut berbagai hal mulai ukuran,warna sampai bentuknya.

    Berapa panjang ukuran penis yang normal? Inilah yang sering ditanyakan banyak cowok yang tidak percaya diri karena merasa penisnya kurang panjang. Ukuran penis seorang pria dapat disejajarkan dengan ukuran payudara wanita dalam permasalahannya.

    Sebuah survey menunjukan bahwa panjang penis tidak ada kaitan dengan tinggi tubuh atau apapun juga dengan salah satu anggota tubuh pria. Rata-rata pria Indonesia mempunyai penis yang panjangnya 8- 12 cm saat ereksi, dan 4-5 cm saat istirahat. Namun dapat saja cowok memiliki penis yang panjangnya hanya 4 cm, sepanjang fungsi ereksi dan fungsi ejakulasiya normal terlebih lagi kualitas dari spermanya bagus,ya oke-oke saja.

    Mengenai kekhawatiran saudara mengenai ukuran penis yang Anda anggap tidak normal dan takut tidak dapat membahagiakan pasangan kelak adalah wajar karena tidak sedikit pula lelaki yang merasakan hal serupa. Sehingga tidak jarang kita sering mendengar mitos bahwa makin besar penis seseorang akan menjamin dapat memuaskan pasangannya ataupun sebaliknya bahwa seorang wanita akan merasa puas secara hubungan seksual bila pasangannya mempunyai ukuran penis yang besar. Ini sama sekali tidak benar. Kepuasan suami istri lebih banyak ditentukan oleh teknik atau cara berhubungan seks, bukan pada ukuran vital semata. Berdasarkan medis,ukuran kedalaman vagina seorang perempuan bervariasi dan dapat menyesuaikan dengan ukuran penis pasangannya ( elastis ). Didapatkan ukuran kedalaman vagina rata-rata 9-12 cm dan area rangsangan atau area sensitifnya kira-kira sepertiga dari kedalaman vagina tersebut ( 3-4 cm ) sehingga penis yang hanya memiliki panjang 6 cm saat ereksi sekalipun dapat saja memuaskan pasangan sepanjang fungsi seksualnya normal ( fungsi ereksi dan ejakulasinya ) dan mengerti bagaimana cara memuaskan pasangannya yang tidak hanya terfokus pada kegiatan senggama saja. Kesimpulannya, tidak ada standar penis untuk dapat dianggap normal, baik ukuran panjang, besar maupun warna, sama seperti tubuh manusia umumnya ada yang pendek, tinggi, gemuk, kurus , demikian pula penis.

    Mengenai penambahan ukuran penis, prinsip yang harus dipegang ialah apakah ukuran penis normal telah mencapai tahap akhir perkembangan kelamin atau tidak. Prinsipnya perkembangan kelamin mencapai tahap akhir perkembangan pada usia 15-16 tahun.

    Kalau penis telah berkembang dan mencapai tahap akhir perkembangannya, maka ukuran penis tidak dapat ditambah dengan cara apa pun. Tapi kalau penis belum mencapai tahap akhir perkembangan, misalnya karena kurang berfungsinya hormon seks, maka ukuran masih bisa ditambah hingga mencapai normal walau usia sudah 15-16 tahun.

    Selama penis masih berfungsi dengan baik, jangan pernah berusaha untuk memperbesarny, terlebih lagi menggunakan cara yang sering Anda dengar tentang sukses memperbesar penis di sebuah tempat. Dikhawatirkan akan terjadi kerusakan pada saraf-saraf penis akibat dipijat-pijat atau sebagainya oleh alat atau media pembesar kelamin. Hal ini bisa berakibat lebih fatal.

    Semoga keterangan saya ini dapat bermanfaat untuk mengembalikan rasa percaya diri Anda.

    dr. Ryan Thamrin

    CARA MEMBAHAGIAKAN PASANGAN

    Mencari dan Membina Pasangan Hidup
    oleh: Y.M. Uttamo Thera *

    Pertapaan sebagai kondisi pengembangan batin sempurna amatlah terpuji; namun perkawinan dengan seorang wanita (pria) dan setia kepadanya adalah salah satu bentuk pertapaan juga. Poligami dikritik Sang Buddha sebagai kegelapan batin dan menambah ketamakan. (Anguttara Nikaya IV, 55)



    PENDAHULUAN
    Dalam pandangan Agama Buddha, perkawinan adalah suatu pilihan bukan kewajiban. Artinya, seseorang dalam menjalani kehidupan ini boleh memilih hidup berumah tangga ataupun hidup sendiri. Hidup sendiri dapat menjadi pertapa di vihara - sebagai Bhikkhu, samanera, anagarini, silacarini - ataupun tinggal di rumah sebagai anggota masyarakat biasa. Hidup berumah tangga ataupun tidak hanyalah merupakan satu sarana untuk mencapai kebahagiaan di dunia sebagai salah satu dari tiga tujuan beragama Buddha. Tiga tujuan itu adalah pertama, memperoleh kebahagiaan di dunia; kedua, terlahir di salah satu dari dua puluh enam alam surga setelah kehidupan ini dan ketiga, tercapainya Nibbana sebagai tujuan tertinggi seorang umat manusia.

    Sesungguhnya dalam Agama Buddha, hidup berumah tangga ataupun tidak adalah sama saja. Masalah terpenting di sini adalah kualitas kehidupannya. Apabila seseorang berniat berumah tangga maka hendaknya ia konsekuen dan setia dengan pilihannya, melaksanakan segala tugas dan kewajibannya dengan sebaik-baiknya. Orang yang demikian ini sesungguhnya adalah seperti seorang pertapa tetapi hidup dalam rumah tangga. Sikap ini pula yang dipuji oleh Sang Buddha, seperti dalam syair di atas.

    Namun, apabila seseorang memutuskan untuk hidup membiara, menjadi Bhikkhu, Samanera ataupun Anagarini, maka hendaknya ia juga berjuang sekuat tenaga untuk mencapai cita-citanya sekaligus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Dan, jika seseorang memutuskan untuk tidak berumah tangga serta tidak juga hidup membiara, ia hendaknya juga dapat memberikan yang terbaik kepada masyarakat sekitarnya ketika ia masih dalam usia produktif dan tidak merepotkan lingkungan ketika sudah habis usia produktifnya.

    Dalam makalah ini akan dibahas tentang salah satu pilihan jalan hidup yaitu berumah tangga dan memiliki pasangan hidup. Di sini akan diterangkan tentang cara mencari dan membina pasangan hidup.



    PERMASALAHAN
    Dengan berbagai macam alasan, banyak orang kebingungan mencari pasangan hidup. Selama usia mudanya, bahkan mungkin sepanjang usianya, dipergunakan untuk ‘berburu’ calon pasangannya. Berbagai cara digunakan untuk mencapai tujuan itu. Cara paling halus sampai yang sangat kasar dikeluarkan. Apabila ia telah berhasil mendapatkan pasangan hidup yang diharapkan, sungguh terasa berbahagia hidupnya. Ia akan segera melanjutkan hubungannya dalam ikatan perkawinan. Sebagai pasangan suami istri baru, kebanyakan mereka jarang menjumpai masalah yang berarti. Jika ada permasalahan pun akan dapat cepat diselesaikan.

    Namun sejalan dengan berlalunya sang waktu, masalah yang timbul pun bertambah banyak. Sedikit saja terdapat perbedaan pendapat akan dapat menjadi masalah besar. Percekcokan semakin ramai mengisi hari-hari perkawinannya. Kebosanan timbul. Kejengkelan muncul. Akhirnya, kadang timbunan permasalahan ini menyebabkan mereka putus hubungan perkawinan, cerai. Dalam benak mereka, perceraian adalah jalan keluar yang terbaik. Ternyata, bukan. Masalah di antara suami istri memang mungkin sedikit terpecahkan, tetapi timbul masalah baru pada diri anak-anak. Mereka menjadi korban. Sedangkan mereka tidak mengetahui dengan jelas permasalahan sebenarnya yang terjadi di antara orangtuanya. Mereka tidak bersalah. Mereka kecewa. Frustrasi. Akhirnya mereka dapat terjebak dalam kenakalan remaja. Atau, kepahitan hidup yang ditemuinya dalam usia dini ini akan memunculkan gagasan di bawah sadarnya: Takut berumah tangga!



    PEMBAHASAN
    Agama Buddha dalam menguraikan tujuan hidup manusia, disebutkan salah satunya tentang adanya pencapaian kebahagiaan di dunia. Dengan demikian, pasti ada cara untuk mencapai kebahagiaan dalam hidup berumah tangga. Pasti ada pula petunjuk dan cara-cara mendapatkan pasangan hidup yang sesuai serta membina hubungan baik, mempertahankan komunikasi serasi setelah menjadi suami istri.

    Memang, hal tersebut dapat diperoleh dalam Kitab Suci Tipitaka, Digha Nikaya III, 152, 232 dan dalam Anguttara Nikaya II, 32. Diuraikan di sana bahwa ada minimal empat sikap hidup yang dapat dipergunakan untuk mencari pasangan hidup sekaligus membina hubungan sebagai suami istri yang harmonis. Keempat hal itu adalah:

    1. KERELAAN = DANA
    Konsep berdana adalah konsep dasar dalam kehidupan ini. Dana berupa materi maupun bukan materi akan mampu menghasilkan kedekatan hati. Reaksi ini bersifat alami, termasuk juga dalam dunia binatang. Seekor kucing akan muncul kesetiaannya dengan orang yang selalu memberi makan kepadanya. Hal serupa juga terjadi pada manusia. Tidak jarang kita jumpai seorang anak lebih dekat dengan ibunya daripada dengan ayahnya. Kedekatan hati ini timbul karena, pada umumnya, pengorbanan ibu kepada anak jauh lebih besar daripada seorang ayah. Oleh karena itu, sebenarnya tidak akan ada kebahagiaan yang kita peroleh apabila kita tidak berusaha mendapatkannya. Dalam Hukum Kamma (Samyutta Nikaya III, 415) telah disebutkan bahwa sesuai dengan benih yang ditabur, demikian pula buah yang akan kita petik. Pembuat kebajikan akan memperoleh kebahagiaan. Dengan demikian, apabila kita ingin diperhatikan orang, mulailah dengan memberikan perhatian kepada orang lain. Apabila kita ingin dicintai orang, mulailah dengan mencintainya. Cinta di sini bukanlah sekedar keinginan untuk menguasai, melainkan hasrat untuk membahagiakan orang yang dicintainya. Kualitas cinta ini seperti seorang ibu yang menyayangi anak tunggalnya. Ia akan mempertahankan anak tercintanya dengan seluruh kehidupannya. Ia akan melindungi anak tersayangnya dari segala macam bahaya dan bencana. Ia akan memberikan segalanya demi kebahagiaan anaknya. Ia akan rela memaafkan segala kesalahan anaknya. Ia, bahkan, memberikan keakuannya; tidak ada istilah ‘jaga gengsi’ dihadapan anaknya. Memang, dana yang paling sulit dalam hidup ini adalah mendanakan keakuan kita sendiri.

    Kemampuan berdana keakuan dan perhatian ini dapat dilatih dengan berdana materi terlebih dahulu. Dana materi lebih mudah dilakukan. Dana materi digunakan untuk membentuk kebiasaan berpikir: Semoga semua mahluk berbahagia.

    Apabila dana materi telah menjadi kebiasaan, maka hendaknya kualitas diri ini dikembangkan dengan latihan merelakan perhatian dan keakuan kepada pihak lain. Hal ini menjadi lebih mudah karena memang konsep: ‘Semoga semua mahluk berbahagia’ telah ada dalam diri kita. Sebagai tanda berkurangnya keakuan adalah timbulnya kesabaran, berkurangnya iri hati dan banyaknya pikiran positif dalam menghadapi segala bentuk kesulitan hidup.

    Dalam mencari dan membina pasangan hidup, kerelaan jelas amat diperlukan. Kerelaan materi di awal perkenalan dapat dikembangkan dengan kemampuan merelakan keakuan. Kerelaan keakuan ini berbentuk pengembangan sifat saling pengertian. Saling memaafkan. Kesalahan pasangan hidup, seringkali bukanlah karena disengaja. Oleh karena itu, menyadari kenyataan ini menjadikan seseorang lebih sabar dan rela memberikan kesempatan berkali - kali kepada pasangan untuk dapat membangun kualitas dirinya. Berilah pasangan kesempatan untuk memperbaiki diri. Maafkanlah kesalahan yang telah dilakukan. Kemarahan bukanlah tanda cinta. Kemarahan adalah tanda keakuan. Ingin segala harapannya terpenuhi. Dengan kerelaan, orang akan lebih mudah mengerti serta menerima kekurangan dan kelemahan orang lain. Sikap ini akan menjadi salah satu tiang kokoh dalam menjalin hubungan dengan orang lain, khususnya dengan pasangan hidup.


    2. UCAPAN YANG BAIK / HALUS = PIYAVACA
    Kemampuan untuk mengutarakan segala perasaan dengan ucapan halus sesungguhnya masih dapat dikategorikan berdana juga. Menghindari caci maki dan gemar berdana ucapan yang menyenangkan pendengar akan sangat membantu memperbanyak kawan. Semakin banyak kawan, akan semakin besar pula kemungkinan memperoleh pasangan hidup.

    Dalam dunia ini, siapapun pasti akan suka mendengar kata-kata yang halus, termasuk pula pasangan hidup. Tidak ada orang yang suka mendengar kata kasar, walaupun orang itu sendiri kasar kata-katanya. Dengan kata halus tetapi berisi kebenaran akan menjadi daya tarik yang kuat dalam mencari dan membina pasangan hidup.

    Sampaikanlah pujian kita pada pasangan hidup dengan kalimat yang menyenangkan. Demikian pula, ucapkan kritikan pada pasangan hidup dengan bahasa yang halus dan saat yang tepat, untuk menghindari kesalahpahaman.

    Perlu direnungkan, menyakiti hati orang yang dicintai dengan kata-kata pedas sesungguhnya sama dengan menyakiti diri sendiri. Sebab, orang tentunya akan menjadi sedih apabila orang yang dicintainya juga sedang sedih.


    3. MELAKUKAN HAL YANG BERMANFAAT BAGINYA = ATTHACARIYA
    Sekali lagi berdana timbul dalam bentuk yang lain. Dalam pengembangan konsep berdana, sudah ditekankan akan adanya pembentukan sikap mental: "Semoga semua mahluk hidup berbahagia". Demikian pula dengan pasangan hidup. Ia adalah mahluk pula. Berarti, ia harus diberi kesempatan berbahagia pula. Orang harus berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan pasangan hidupnya. Sesungguhnya, kebahagiaan orang yang dicinta adalah kebahagiaan orang yang mencintainya.

    Dengan demikian, kalau di atas telah diuraikan tentang kata yang halus sebagai sarana membahagiakan pasangan hidup, maka sekarang lebih tegas lagi, berkenaan dengan tingkah laku. Tingkah laku hendaknya selalu dipikirkan untuk membahagiakan orang yang dicintai. Banyak pendapat umum yang menganggap bahwa cinta adalah menuntut. Orang yang dicintai haruslah mampu memenuhi harapan orang yang mencintai. Konsep ini sesungguhnya tidak tepat. Sebab, apabila orang yang dicintai sudah tidak mampu lagi memenuhi harapan, apakah ia kemudian diceraikan?

    Oleh karena itu, cinta sesungguhnya memberi, merelakan. Cinta mengharapkan orang yang dicintai berbahagia dengan caranya sendiri, bukan dengan cara orang yang mencintai. Jika konsep ini telah dapat ditanamkan dengan baik dalam setiap insan, maka mencari pasangan hidup bukanlah masalah lagi. Siapakah di dunia ini yang tidak ingin dibahagiakan?

    Pola pikir ‘ingin membahagiakan orang yang dicintai’ hendaknya terus dipupuk dan dipertahankan termasuk dalam kehidupan perkawinan. Apabila bukan pasangan hidupnya sendiri yang membahagiakannya, apakah seseorang akan meminta orang lain untuk membahagiakan dirinya?


    4. BATIN SEIMBANG, TIDAK SOMBONG = SAMANATTATA
    Pengembangan sikap penuh kerelaan, ungkapan dengan kata yang halus dan tingkah laku yang bermanfaat untuk orang yang dicintai hendaknya tidak memunculkan kesombongan. Jangan pernah merasa bahwa tanpa diri ini segala sesuatu tidak akan terjadi. Dalam konsep Buddhis, segala sesuatu selalu disebabkan oleh banyak hal. Tidak akan pernah ada penyebab tunggal. Demikian pula dengan adanya kebahagiaan seseorang, pasti bukan disebabkan hanya karena satu orang saja. Banyak unsur lain yang mendukung timbulnya kondisi tersebut.

    Keseimbangan batin sebagai hasil selalu menyadari bahwa kebahagiaan adalah karena berbagai sebab dan kebahagiaan muncul karena buah kammanya masing-masing akan dapat menghindarkan seseorang dari sifat sombong. Kesombongan selain tidak sedap didengar juga akan menjengkelkan calon maupun pasangan kita. Kesombongan mempunyai pengertian bahwa pasangan kita tidak mampu melakukan apapun juga apabila tanpa kita. Kesombongan adalah meniadakan usaha baik seseorang yang kita cintai. Perjuangan yang tidak dihargai akan sangat menyakitkan. Kurangnya penghargaan yang layak akan menimbulkan masalah besar dalam masa pacaran maupun setelah memasuki kehidupan berumah tangga.



    TAMBAHAN
    Dalam usaha mencari dan membina pasangan hidup, selain selalu berusaha melaksanakan empat sikap di atas, hendaknya jangan melupakan adanya beberapa hal yang perlu dijadikan pertimbangan. Hal ini apabila terpenuhi akan menjadi faktor tambahan yang akan lebih membahagiakan kehidupan berumah tangga. Terdapat empat faktor yang membuat rumah tangga lebih berbahagia. Empat hal tersebut telah diuraikan dalam Anguttara Nikaya II, 60 yaitu bahwa pasangan hendaknya memiliki kesamaan dalam Keyakinan (agama), Sila, Kedermawanan, dan Kebijaksanaan.

    * Kesamaan Keyakinan (agama)
    Perbedaan agama sering dianggap kecil oleh para pasangan baru. Muda-mudi apabila diingatkan tentang hal ini pun seakan tidak percaya. Mereka meremehkan adanya kenyataan ini. Padahal, perbedaan agama sering sudah menjadi masalah pada saat pacaran. Setiap hari Minggu, pasangan menjadi sulit menentukan akan mengikuti kebaktian di tempat ibadah yang mana. Ke vihara atau ke tempat lain. Kadang mereka malah tidak pergi ke mana-mana. Lebih parah lagi, mungkin, mereka memilih satu agama yang sama sekali berbeda dengan agama yang telah mereka anut selama ini. Sikap ini menunjukkan bahwa sering agama hanya dijadikan sekedar pengisi kolom dalam KTP saja, bukan sebagai pedoman hidup yang penting untuk diikuti.

    Begitu pula apabila hubungan akan dilanjutkan dalam ikatan perkawinan. Menentukan tempat pemberkahan pernikahan menjadi beban ekstra mereka. Setelah memiliki anak pun masalah ini masih terus berlanjut. Pasangan akan terus terlibat dalam diskusi berkepanjangan dan mungkin perdebatan sengit tentang pembinaan agama bagi keturunan mereka. Bahkan di ambang kematian pun masalah ini akan timbul. Ketika seseorang sedang sakit keras, maka sering dijumpai ada beberapa orang yang terus berusaha mengajak si sakit pindah ke agama tertentu. Hal ini kadang justru membingungkan si sakit dan juga keluarganya. Tidak jarang, setelah meninggal, masalah perbedaan agama ini masih terus mengejar. Keluarga akan terlibat diskusi seru tentang agama yang akan digunakan untuk upacara penyempurnaan jenazah, sekaligus memilih tempat pemakaman ataupun kremasi jenazah. Masalah ini masih dapat ditarik lebih panjang lagi. Namun, intinya: perbedaan agama dalam keluarga akan menambah masalah yang tidak perlu!


    * Kesamaan Kemoralan (sila)
    Apabila agama telah sama yaitu Agama Buddha, maka hendaknya pasangan memiliki keserasian dalam tingkah laku. Pasangan hendaknya selalu berusaha bersama-sama melaksanakan Pancasila Buddhis. Pancasila Buddhis terdiri dari lima latihan kemoralan yaitu usaha untuk menghindari pembunuhan, pencurian, pelanggaran kesusilaan, kebohongan, dan mabuk-mabukan (Anguttara Nikaya III, 203). Pelaksanaan kelima latihan kemoralan ini akan banyak menghindarkan masalah dalam masyarakat dan rumah tangga. Dalam segala lapisan masyarakat, pelanggaran kelima latihan kemoralan ini akan dipandang sebagai kesalahan. Pelaksanaan kelima latihan kemoralan ini akan menjadikan seseorang diterima masyarakat dengan baik. Pelaksanaan latihan kemoralan ini dalam rumah tangga akan membebaskan seseorang dari rasa bersalah. Membuka wawasan komunikasi yang baik. Menghindarkan saling curiga dan was-was di antara pasangan.


    * Kesamaan Kedermawanan (caga)
    Memiliki watak kedermawanan yang sama dimaksudkan agar masing-masing individu mengerti bahwa cinta sesungguhnya adalah memberi segalanya demi kebahagiaan orang yang kita cintai. Selama sikap ini masih belum tertanam baik-baik di pikiran setiap pasangan, masalah sebagai akibat tuntutan agar pasangan dapat memenuhi harapan kita akan selalu muncul.


    * Kesamaan Kebijaksanaan (pañña)
    Kesamaan dalam kebijaksanaan diperlukan agar bila menghadapi masalah hidup, pasangan mempunyai wawasan yang sama. Wawasan yang sama akan mempercepat penyelesaian masalah. Perbedaan kebijaksanaan akan menghambat dan memboroskan waktu. Pasangan membutuhkan waktu lebih lama untuk adu argumentasi menyamakan sikap dan pola pikir terlebih dahulu sebelum memikirkan jalan keluar atas masalah yang sedang dihadapi. Kebijaksanaan yang dimaksud tentu yang sesuai dengan Buddha Dhamma.

    Buddha Dhamma telah mengajarkan bahwa hidup ini berisikan ketidakpuasan. Penyebab adanya ketidakpuasan ini hanyalah karena keinginan sendiri yang tidak terkendali. Oleh karena itu, apabila seseorang dapat mengendalikan keinginannya maka ketidakpuasannya pun akan dapat segera diatasi. Lalu, akhirnya Dhamma memberikan jalan keluar untuk mengatasi dan mengendalikan keinginan. Dengan memiliki konsep berpikir seperti ini, maka tidak akan ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Sesungguhnya, dengan melaksanakan hidup sesuai dengan Dhamma, kebahagiaan pasti akan dapat dirasakan.



    KESIMPULAN

    1. Perkawinan adalah pilihan pribadi, bukan kewajiban dalam hidup.
    2. Terdapat ‘jurus’ dalam Agama Buddha yang dapat digunakan untuk mencari pasangan hidup sekaligus membina hubungan baik setelah menjadi suami-istri.
    3. ‘Jurus’ itu terdiri dari: Kerelaan, Ucapan yang lemah lembut, Perbuatan yang memberikan manfaat untuk orang yang dicintai, dan Menghindari sifat sombong.
    4. Tanamkanlah dalam pikiran: Kebahagiaan orang yang dicintai adalah merupakan kebahagiaan orang yang mencintai.
    5. Sebagai tambahan untuk kebahagiaan rumah tangga, pasangan hendaknya memiliki kesamaan agama, kemoralan, kedermawanan, dan kebijaksanaan.



    DAFTAR PUSTAKA

    1. Dhammika, Y.A. Shravasti, Buddha Vacana, Yayasan Penerbit Karaniya, Januari 1993
    2. Vajiranyanavarorasa, Prince, H.R.H. The Late Supreme Patriarch, Navakovada, Alih bahasa: Bhikkhu Jeto, Aksara Buddhis Mandiri, Jakarta, Agustus 1989



    *Y.M. Uttamo Thera adalah Upa Sanghanãyaka STI 2000-2003, Ketua Yayasan Dhammadipa Arama cabang Blitar & Webmaster Samaggi Phala

    Hak cipta tetap berada pada penulis.
    Artikel ini telah diedit seperlunya.

     
    Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India